Tahun 2020, ketika segala sumber energy di bumi telah mencapai titik punahnya sementara manusia masih belum dapat menemukan sumber energy alternative yang dapat menggantikan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari manusia. Maka kacaulah segala kegiatan manusia di muka bumi, karena krisis energy ini secara langsung memberi dampak pada krisis ekonomi global. Peralatan super canggih buatan manusia pun tak sanggup berbicara, bagaimana tidak sebab menyala saja tidak bias karena sumber listrik yang tersedia dari energy alternative berupa pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga solar cell hanya bias menghidupi lampu neon di jalan raya saat malam hari, sedangkan pada siang hari para penduduk di muka bumi hanya bias mengandalkan energy sel surya untuk kegiatanya, lalu bagaimana dengan negara yang setiap siangnya seperti malam, seperti rusia dll, bayangkanlah sebab aku belum bias membayangnya.
Krisis global ini terus berlanjut selama 2 tahun, sebab para manusia-manusia pintar di muka bumi begitu serakah, mereka berlomba-lomba mengembangkan sumber energy alternative baru dan berniat untuk memonopolinya demi kepentingan pribadi.
Hingga pada awal tahun 2023, seorang ilmuan jenius berkebangsaan chinu prof. chun berhasil menyempurnakan temuanya, yaitu sebuah generator pembangkit listrik yang menggunakan perbedaan temperature pada lapisan laut sebagai sumber energy unlimited (Ocean Thermal Energy Conversion).
Akan tetapi keserakahan umat manusia kembali muncul di sini, dengan dalih masih butuh pengembangan lebih lanjut, pemerintah chinu mengambil alih proyek (Ocean Thermal Energy Conversion) tersebut dan professor Chun pun menjadi sebuah barang mahal yang tak ternilai harganya, beliau dan rekan-rekanya di sembunyikan oleh pemerintah chinu, agar rancangan (Ocean Thermal Energy Conversion) miliknya tidak tercecer ke seluruh penjuru dunia.
Namun berita tersebut sudah terlanjur menjadi buah bibir dan menggaung hingga ke celah-celah dan labirin pusat bumi. Bagai lebah pekerja yang bertugas mencari madu, para intelejen dari seluruh penjuru bumi dan berbagai belahan negara diutus oleh bangsanya untuk mengintip rancangan proyek (Ocean Thermal Energy Conversion) tersebut.
Pada pertengahan tahun 2023, seorang petugas intelejen dari bangsa Amerigo berhasil menemukan prof.Chun dan mengupas habis tentang proyek (Ocean Thermal Energy Conversion) miliknya, kejadian tersebut membuat geram pemerintah chinu, lalu pemerintah chinu mengumumkan perang terhadap bangsa Amerigu.
Puncaknya, pada tanggal 5 November 2023, militer chinu yang di bantu oleh pasukan perompak dari Afriku dan para militant timur tengah, melancarkan serangan militer besar- besaran ke wilayah Amerigu yang merupakan negara adikuasa pada saat itu. Maka pecahlah perang dunia ke-III, kedua negara kuat tersebut saling serang dengan senjata-senjata militernya yang serba modern. Perang ini terus berlanjut hingga pertengahan tahun 2024 dan semakin melibatkan seluruh bangsa di muka bumi yang mulai gila, karena harus kembali terpuruk ke zaman purba tanpa sumber energy yang memadai.
Perang dunia ke-III ini mencapai klimaksnya saat bangsa chinu membuat seluruh bangsa di bumi terhenyak sejenak dengan di luncurkannya roket nuklir seberat 100 ton ke wilayah Amerigu… Blaam!!!! Tidak seperti pada perang dunia ke-II saat bom atom milik Amerigu menghujani Hiroshimu dan Nagasaku, ledakan nuklir tersebut tidak dapat menhentikan genderang perang yang justru dentumanya semakin keras, dengan bergabungnya seluruh negara di bumi untuk menghancurkan Bangsa chinu yang dinilai kejam dan sadis dengan menggunakan senjata terkutuk “Nuklir”.
Akhirnya tepat pada tanggal 1 januari 2025, setelah seluruh permukaan bumi luluh lantak nan porak poranda akibat perang dunia ke- III yang memusnahkan setengah dari populasi manusia di bumi, bangsa Chinu pun menyerah dengan kondisi luka yang sangat parah, begitu pula seluruh negara di muka bumi, semuanya hancur akibat perang dunia ke- III yang merupakan perang terburuk sepanjang sejarah peradaban manusia di muka bumi.
Layaknya fenomena purna perang, seluruh bangsa di muka bumi yang terlibat perang pun mencoba untuk bangkit kembali, namun kebangkitan seluruh bangsa di bumi untuk memulai peradaban baru sangat lambat karena terhambat oleh krisis energy. Setelah dua tahun berlalu, namun kehidupan manusia di muka bumi masih belum bisa pulih, karena kehidupan di bumi pada saat itu benar-benar sudah hancur dan manusia harus membangun peradabanya dari awal.
Sadar akan terancamnya populasi manusia di muka bumi dan kondisi bumi yang hancur akibat perang, Seluruh pemimpin bangsa-bangsa dengan penduduk bumi yang tersisa pada tanggal 2 februari 2029 memutuskan untuk bersatu menjadi sebuah negara , yaitu negara bumi dengan tanpa memperdulikan ras, bangsa, agama, warna kulit, dan kasta namun satu tujuan membangun peradaban baru manusia, dengan dipimpin seorang pemimpin yang terpilih dari bangsa indonesiu yang dinilai adil, arif, nan bijaksana. Seluruh rakyat bumi bersatu-padu dengan semangat baru kembali menata kehidupan di bumi.
Dalam bidang tekhnologi dengan dipimpin oleh prof. chun, seluruh ilmuan yang masih tersisa di muka bumi bersatu padu pula untuk mengaplikasikan pembangkit listrik (Ocean Thermal Energy Conversion) sebagai sumber tenaga listrik manusia masa depan yang dapat menutup lembar kelam sejarah kehidupan manusia.
Pada awal tahun 2033, negara bumi mencapai kebangkitanya, kehidupan manusia pun kembali normal. Pada tahun yang sama pula, perkembangan teknologi yang sempat mati selama tiga belas tahun mulai melangkah kembali, para ahli-ahli teknologi saling bekerja sama untuk mengembangkan teknologi, disini pengembangan teknologi tidak dimonopoli oleh individu atau perusahaan tertentu, tetapi seluruhnya di tanggung dan dibiayai oleh negara bumi, dengan pemikiran-pemikiran jenius para ahli teknologi di masa itu perkembangan teknologi masa depan melakukan lonjakan yang jauh.
Hingga pada awal tahun 2034, seluruh kendaraan di muka bumi semuanya digerakkan oleh tenaga listrik dan solar cell. Pada awal tahun itu pula setiap warga bumi mulai dari kakek-kakek hingga bayi yang baru lahir diberikan oleh negara sebuah computer quantum 100 qubit masa depan (Komputer digital yang paling canggih saat ini (setara dengan komputer kuantum 40 qubit) memiliki kemampuan untuk mengolah semua data dalam buku telepon di seluruh dunia (untuk menemukan satu nomor telepon tertentu) dalam waktu satu bulan. Jika menggunakan komputer kuantum proses ini hanya memerlukan waktu 27 menit!), bentuknya kecil,bermacam-macam dapat berupa Handphone,bolpoint, dan sederhana, mudah dibawa-bawa serta memiliki teknologi hologram. Komputer masa depan juga lebih berfungsi sebagai client komputer yang lebih besar. Misalnya kita ingin tahu bagaimana kondisi lalulintas saat ini antara Jakarta ke Bandung, maka komputer ini akan segera menanyakan ke komputer di jaringan secara peer to peer dan memberikan informasi terbaik berdasarkan data yang diterima. Komputer ini juga merupakan semacam tanda pengenal dari si pemakai (tuannya), sehingga kemanapun tuannya pergi, semua komputer-komputer di seluruh dunia akan mengenali orang ini berdasarkan identifikasi yang dipancarkan oleh komputer kecil ini, computer-komputer pada massa tersebut sudah dilengkapi dengan alat yang dapat menangkap sensor suara pemiliknya, jadi penggunanya tidak perlu untuk mengetik, cukup berkata saja maka computer tersebut akan dapat mengkonvert gelombang suara yang dihasilkan menjadi sebuah data digital.
Perlu digaris bawahi bahwa pada periode tahun tersebut, tidak ada lagi monopoli dari perusahaan besar seperti Microsoft atau apple dan sebagainya. Semua software gratis dan dikembangkan bersama oleh seluruh penduduk bumi, semuanya saling berbagi dengan jaringan web yang tersedia gratis di seluruh pelosok negara bumi. Bayangkan saja jika Tim Berners Lee yang baru memiliki computer dengan prossesor M6800 saat kuliah, sudah bias menciptakan web, begitu pula Linus Torvalds yang juga baru memiliki computer pada saat menjadi mahasiswa sudah bias mencipta LINUX, lalu bagaimana dengan anak-anak modern pada tahun 2034 yang sudah memiliki computer sejak lahir.
Selanjutnya, dalam bidang ilmu kedokteran, dengan adanya kecanggihan alat-alat kedokteran yang super mini, yang didukung oleh teknologi nano, teknologi kedokteran yang mampu melakukan diagnosis atau terapi berbagai penyakit yang semula hanya dapat dilakukan dengan teknik yang berisiko tinggi, seperti pembedahan dan kemo terapi, Teknologi untuk penyembuhan dan regenerasi sistem saraf pun mengalami kemajuan yang cukup pesat, yaitu dengan menggunakan teknologi Electronical Stimulation yang dapat menstimulasi pertumbuhan sel saraf untuk kembali menyambung yang akan semakin cepat mencapai 200-300 % setelah mengalami kerusakan. Selain itu para korban-korban perang yang terpaksa harus di amputasi pun terbantu dengan teknologi bionetic yang dapat mencangkokan teknologi robotik ke tubuh manusia.
Selanjutnya dengan peradaban baru yang lebih maju,manusia di bumi hidup damai dan sejahtera dalam satu bangsa yaitu bangsa bumi.
............................................................................................................................................................
Nantikan kisah berikutnya saat manusia berhasil melakukan kontak dengan makhluk asing di galaksi lain..hehehe...
Jangan lupa komentarnya yaaaa...
Walau berattttt akan tetap majuuu....hoho,,